Senin, 14 Maret 2016

5 tahap yang harus dilalui Penulis buku

Ada banyak hal yang memotivasi orang untuk menjadi seseorang menjadi penulis. Ada yang menjadi penulis karena panggilan hati ingin berbagi. Ada pula yang menjadi penulis karena ingin mendapatkan passive income, ada pula yang menulis karena ingin membangun personal branding. Karir kepenulisan seseorang akan terasa kian lengkap ketika ia berhasil menulis dan kemudian menerbitkan buku. Akan sangat menggembirakan ketika melihat nama kita terpajang di cover buku, yang mana buku-buku tersebut terpajang indah di rak buku toko buku atau online penjualan buku.

Agar bisa menulis dan menerbitkan buku maka seseorang perlu memahami proses yang harus dilalui. Pada tulisan kali ini, saya membahas 5 tahap yang harus dilalui agar seseorang bisa menulis dan menerbitkan buku.
Apa saja 5 tahapan menulis dan menerbitkan buku? Temukan jawabannya dalam sajian menarik berikut.

Tahap 1 : Prewriting

Tahap pertama adalah tahap prewriting. Pada tahap ini seorang penulis akan mencari ide yang akan ia tulis. Tahap prewriting ini punya peranan penting dalam proses menulis dan menerbitkan sebuah buku. Mengapa? Karena kalau ide tidak berhasil didapat maka tentu saja penulis tidak dapat berkarya.

Ada banyak cara seorang penulis menemukan ide bukunya. Pedoman Penulisan Artikel untuk Jurnal (penulis Dwi Cahyadi Wibowo) menemukan ide saat ia sedang merenung di pagi hari. Penulis lain barangkali menemukan idenya saat ia sedang berkencan dengan kekasihnya. Ada pula penulis yang terbiasa mendapatkan ide saat ia membaca buku-buku hebat.

http://2.bp.blogspot.com/-xw7VGed1S-0/Vm9_8YCI5kI/AAAAAAAAAG8/YQtpk7azANs/s1600/cover%2Bbuku%2Bpedoman%2Bpenulisan%2Bartikel%2Buntuk%2Bjurnal.jpg
 
2. Drafting

Tahap kedua adalah drafting. Pada tahap inilah seorang penulis akan mulai menulis naskah bukunya. Saat drafting penulis akan menulis naskahnya dengan bebas. Ia harus menulis dengan sebebas-bebasnya. Menulis dengan bebas artinya kita menulis tanpa beban, kita benar-benar menumpahkan segala ide kreativitas yang kita miliki.

Dalam proses drafting, sikap kreatif harus dijunjung tinggi. Dengan kreativitas inilah seorang penulis akan membuat karya-karyanya. Oleh karena itu, saat proses drafting teknik menulis diperlukan. Kemampuan merangkai kata, kemampuan menggunakan majas, kemampuan berekspresi, semuanya perlu dikeluarkan agar tercipta tulisan yang menarik dibaca. Setelah seorang penulis menyelesaikan proses drafting maka ia akan memiliki draft pertama dari tulisannya. 

3. Revising

Tahap ketiga dalam menulis dan menerbitkan buku adalah tahap revising. Di tahapan ini seorang penulis akan mulai merevisi draft pertamanya. Saat proses revising inilah seorang penulis akan mencari tahu di mana letak kekurangan tulisannya. Di tahap revising ini seorang penulis dapat mengubah beberapa bagian dari tulisannya. Ia juga bisa menambah isi tulisannya. Ia dapat menambahkan data baru, ia dapat menghilangkan opini tertentu, dan lain sebagainya. Intinya, melalui tahap revising inilah penulis akan memoles karyanya, ia akan menjadikan tulisan tersebut semakin menarik lagi. 

4. Editing

Setelah naskah sang penulis melalui proses revisi, maka barulah si penulis akan menjalankan proses editing. Dalam tahap editing ini, penulis akan melakukan editing (pengeditan) terhadap karyanya. Dia akan memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pola kalimat, dan berbagai kesalahan tata bahasa lainnya. Meskipun nantinya tulisan akan kembali diedit oleh editor di penerbit, seorang penulis tetap perlu melakukan editing sendiri.

Dalam proses editing ini jugalah seorang penulis non fiksi perlu memverifikasi data-data yang ia tampilkan di buku. Jika ada data-data yang meragukan (belum pasti), maka data tersebut harus diverifikasi ulang. Hal ini perlu dilakukan guna menghindari adanya kesalahan data dalam buku kita. Apabila buku sudah terbit dan ternyata ditemukan kesalahan data maka urusannya bisa tidak sederhana. Karena perlu melakukan proses editing sendiri, seorang penulis dituntut memiliki kemampuan bahasa yang baik dan benar. 

5. Publishing
Setelah seorang penulis menyelesaikan editing terhadap naskahnya, maka dapat dikatakan bahwa naskah tersebut siap untuk dibawa ke penerbit. Di tahap publishing inilah seorang penulis akan masuk ke tahap publikasi naskahnya. Ia akan mulai mencari penerbit. Setelah menemukan penerbit yang tepat, maka  penulis akan mengajukan naskah ke penerbit tersebut.

Jika naskahnya diterima oleh penerbit, maka naskah tersebut akan diproses. Selanjutnya naskah tersebut akan melalui proses dan alur penerbitan di penerbit. Naskah akan dibaca oleh editor, naskah akan diedit, naskah akan di-layout, dibuatkan cover, ditambah ilustrasi tertentu, dan kemudian diproduksi. Ketika proses publishing sudah dilalui maka buku penulis akan terbit. Setelah terbit, buku akan mulai didistribusikan di toko buku ataupun online marketing

Rekan pembaca, inilah ulasan 5 tahap yang perlu dilalui guna menulis dan menerbitkan sebuah buku. Perlu Anda ketahui bahwa tahapan tadi tidaklah mutlak. Antara satu penulis dan penulis lain bisa saja ada perbedaan tahap menulis dan menerbitkan buku. Kendati demikian, kelima proses tadi dapat menjadi acuan apabila Anda ingin segera menulis dan menerbitkan buku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar